Semasa kecil dulu, pernah terpikir suatu saat nanti ingin ke tempat wisata yang alat transportasinya menggunakan  Kapal Ferry. Waktu itu, jika membayangkannya, rasanya sangat menyenangkan karena bisa melihat luasnya lautan, pegunungan, dan Ikan selama perjalanan. Seiring berjalannya waktu, kini impian tersebut terwujud untuk berlibur ke suatu tempat dengan menggunakan kapal ferry. yeee…
Berawal dari obrolan teman yang tanpa sengaja kami membahas tentang Karimunjawa, dan kebetulan sama-sama menginginkan liburan ke sana. Mulailah kami memikirkan dan mengumpulkan niat untuk berlibur ke Karimunjawa. Itinerary pun dibuat sedemikian rupa agar tidak melebihi budget maupun waktu yang sudah direncanakan.
Pelabuhan Kartini menjadi titik awal keberangkatan saya untuk menyeberang ke Karimunjawa bersama salah seorang teman yang sama-sama ingin menghabiskan waktu libur Lebaran di Pulau Karimunjawa. Pagi itu terlihat antrian di depan loket pun sudah cukup banyak, padahal masih beberapa jam loket akan dibuka.

Hari itu, loket pembelian tiket menuju Karimunjawa akan dibuka mulai pukul 05.00 WIB berdasarkan informasi dari petugas setempat. Saya melirik pada jam tangan yang ada di pergelangan tangan kiri. Jam digital yang saya pakai menunjukkan pukul 02.00 WIB, masih cukup lama untuk menunggu loket dibuka. Hal ini sudah menjadi resiko saat berlibur di hari libur panjang seperti ini. Jadi, mau tidak mau Saya dan wisatawan lain pun rela mengantri demi mendapatkan tiket kapal ferry untuk menyeberang ke Karimunjawa.
Sebenarnya, liburan pada musim libur  Lebaran seperti ini memang kurang tepat, Selain harus rela mengantri demi mendapatkan tiket masuk tempat wisata ataupun tiket transportasi menuju tempat wisata juga karena semua tempat wisata akan penuh dengan wisatawan. Apa daya, saya yang hanya pegawai biasa bisanya mengandalkan jatah libur panjang seperti ini untuk bisa berlibur ke luar pulau.
Awalnya saya ingin membeli tiket penyeberangan kapal ferry menuju Karimunjawa via online. Namun setelah saya cek, untuk penyeberangan dari Jepara-Karimunjawa belum tersedia via online. Jadi harus datang langsung ke pelabuhan untuk mendapatkan tiket tersebut.
Sambil mengantri, interaksipun terjadi antar wisatawan yang juga ikut antri di loket pembelian tiket. Banyak dari mereka dari Jogja, Bandung, Solo dan Surabaya. Itung-itung antri tiket sekalian nambah teman, siapa tahu bisa ikut gabung untuk trip selanjutnya. yakaaan…
Rasanya sudah lama ngobrol namun waktu itu jam digital yang ada pada pergelangan tangan saya terasa lambat. Obrolanpun berlanjut ke topik rencana tujuan tempat-tempat yang akan dikunjungi nantinya di Karimunjawa. Di sinilah saya mulai bertukar no. telepon untuk mempermudah saya dan mereka agar mudah untuk dihubungi nanti saat di Karimunjawa.
Saking asyiknya ngomongin tentang tujuan tempat wisata selama di Karimunjawa, datanglah beberapa petugas dengan menggunakan seragam putih menuju loket pembelian tiket. Untuk mempermudahan memasukkan data wisatawan yang nantinya diganti dengan tiket penyeberangan, pihak loket menyediakan potongan kertas yang kemudian di isi wisatawan dengan menyantumkan, nama, alamat, umur serta plat nomor kendaraan (jika membawa kendaraan pribadi).
Ada dua jenis loket pembayaran yang sudah dibedakan oleh petugas setempat, yakni tiket penumpang tanpa kendaraan dan tiket penumpang beserta kendaraan. Sehingga pelayanannyapun cukup cepat. Sayapunn memilih tiket peumpang beserta kendaraan karena saya membawa motor untuk mempermudah transportasi saya selama di Karimunjawa.
Sambil mempersiapkan alat cetak tiket, petugas juga mengingatkan untuk antri dan tertib. Tepat pukul 05.00 WIB loket dibuka dan dengan bergerak cepat petugas sigap memasukkan data wisatawan yang diganti dengan tiket penyeberangan. Harga tiket perorang Rp. 74.000,00 sedangkan untuk kendaraan akan dibedakan berdasarkan beberapa golongan. Dan berikut daftarnya

Tiket sudah di tangan dan saatnya untuk menikmati perjalanan laut bersama Kapal Ferry KMP Siginjai (selanjutnya disebut KMP Siginjai) dari ASDP Indonesia Ferry. Dari data yang saya dapatkan, KMP Siginjai dari pelabuhan Kartini, Jepara menuju Karimunjawa akan menempuh perjalanan selama kurang lebih 5 jam dengan jarak sekitar 410 KM. Jauuuuuuuhh… Pantas saja butuh waktu berjam-jam untuk sampai di Karimunjawa. Waaah bakal jadi momen asyik nih selama perjalanan, pikir saya sambil tersenyum.

Sebenarnya hari itu ada dua jenis kapal yang akan menuju Karimunjawa yakni kapal express bahari dan kapal ferry KMP Siginjai. Namun menurut insformasi yang saya dapatkan, hari itu untuk tiket kapal Express bahari (Kapal Cepat) sudah ludes terjual. Sehingga hanya tersisa tiket kapal ferry KMP Siginjay. Yasudahlah ya, yang penting bisa sampai di Karimunjawa.

Walaupun perjalanan akan ditempuh selama 5 jam, saya sangat menikmati perjalanan ini. Pemandangan laut lepas dan besarnya ombak menjadi kesan tersendiri bagi saya. Kebetulan bulan Juni merupakan awal dari musim laut, sehingga ombak cukup besar dan menggoyangkan seluruh isi kapal. Seru dan cukup menyenangkan. Agak sedikit was-was sih sebenarnya saat ombak besar menghadang. Jadi ingat saat naik kora-kora waktu di pasar malam. hehehe. Dan di sinilah #AsyiknyaNaikFerry menurut saya
Selama perjalanan saya lebih memilih duduk di kursi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena ombak cukup besar. Sesekali mendekat ke jendela kapal untuk melihat pemandangan laut lepas dan riuhnya air yang diakibatkan oleh turbin penggerak kapal. Ini merupakan kedua kalinya saya naik kapal ferry namun, untuk perjalanan kali ini benar-benar memuaskan karena dtempuh selama 5 jam.

KMP Siginjai terdiri dari 2 jenis kelas untuk kenyamanan penumpang, yakni ekonomi dan VIP. Perbedaannya hanya ada pada fasilitas layanannya. Kelas VIP menggunakan nomor duduk, AC, TV dan toilet. Sedangkan fasilitas kelas ekonomi tidak menggunakan nomor duduk alias acak, kipas angin, TV dan toilet. Masing-masing ruangan memiliki toilet, sehingga memudahkan penumpang untuk menuju toilet tanpa harus berjalan jauh.
Kapal Siginjai juga dilengkapi dengan pelampung keselamatan dan juga perahu kecil apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Fasilitas lain seperti Mini cafetaria juga melengkapi KMP Siginjai, jadi jangan khawatir jika ingin sekedar ngopi atau makan makanan ringan di dalam kapal, bisa dibeli di Mini cafetaria. Inilah beberapa fasilitas penunjang keselamatan yang sudah disiapkan oleh pihak ASDP Indonesia Ferry untuk kenyamanan penumpang selama perjalanan.
Tak terasa pelantang KMP Siginjai terdengar keras, menandakan kapal akan segera tiba dan ABK pun memberitahukan melalui pengeras suara bahwa kapal akan segera sampai di pelabuhan Karimunjawa. Penumpangpun di ingatkan kembali untuk mengecek barang bawaan agar tidak tertinggal di dalam kapal. Setelah terdengar pemberitahuan tersebut, penumpang mulai berdiri dan bergegas mengecek barang masing-masing.
Dan sampailah kita di Karimunjawa………

Rasa senang setelah sampai itu pasti, karena Karimunjawa merupakan salah satu tujuan yang ada di daftar rencana perjalanan saya. Aaaah welcome to Karimunjawa 🙂

Informasi lengkap tentang jadwal keberangkatan Kapal Ferry atau pesan tiket online bisa akses di

Website https://www.indonesiaferry.co.id/

Instagram @asdp191

Twitter @asdp191

Call centre layanan 24 jam (021) 191

Whatsapp 0812 9393 1000

Petualang, Travelling

7 thoughts on “Liburan seru dengan naik Kapal Ferry

Leave a Reply to ghozaliq Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *