air-terjun-kedung-gerimis-kudusOpo Kek Blog – Waktu menunjukkan pukul 15.30 WIB. Kamipun meninggalkan kenangan bersama mantan Air Terjun Kedung Paso dan menuju Air Terjun Kedung Gerimis. Bye, bye Kedung Paso, hiks hiks hiks. Kami kembali menyisiri jalan setapak yang penuh dengan rimbunnya pohon bambu yang kami lalui sebelumnya. Adem banget suasana sepanjang jalan setapak ini, iyalaaaah di gunung gitu lo #lempar sendal. Lokasinya sangat dekat dengan Air Terjun Kedung Paso dan Kedung Gender, sehingga sayang jika dilewatkan. Sekali mendayung, dua, tiga pulau terlampaui.

Kedung Gerimis merupakan air terjun yang sempat ingin didatangi oleh Bonita dan Ipul saat kami menuju Air Terjun Kedung Paso, namun saya melarangnya #jahat hehehe. Tapi niat saya baik kok, dan akhirnya kami tetap bisa menikmati Air Terjun Kedung Gerimis. Suasananya syahdu, sepi, sunyi, serasa air terjun milik pribadi. Jika saya perhatikan, sepertinya jarang ada yang ke sini. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya jalan setapak menuju dasar air terjun. Alaminya berasa banget pokoknya kayak ada manis-manisnya gitu. Jalan setapak yang kami laluipun hanya sampai di atas air terjun saja. Hampir saja saya terpeleset saat mengabadikan gambar karena harus mencari jalan sendiri ke dasar air terjun. Melewati semak belukar dan daun bambu kering yang berserakan di mana-mana. Maklumlah ya namanya juga alam terbuka, nggak ada yang nyapu di sini. Seringkali yang ke sini lebih memilih bermain air di aliran atas air terjun dibandingkan di dasar air terjun. Mungkin dikarenakan belum adanya jalan setapak menuju dasar air terjun. Padahal kalau saya lihat, sepertinya lebih seru bermain air di bawah dibandingkan dengan yang di atas. Selain bisa dimanfaatkan untuk mandi besar, di sini juga bagus banget dimanfaatkan sebagai objek fotografi.

Karena waktu yang sudah sore dan tidak ada jalan menuju ke dasar air terjun, serta lokasinya yang sangat sepi, kami tidak berani untuk menceburkan diri ke dasar air terjun. Tahu sendirilah, kalau suasananya sepi di hutan suka horor sendiri. Tapi ini hanya perasaan saya saja. Aliran Air Terjun Kedung Gerimis cukup deras saat kami ke sana. Di sana kami hanya menikmati suasana yang sepi dengan suara gemricik air dan duduk manis di atas bak bersemen di bawah rimbunnya pohon bambu. Haaaah, syahdu sekali. Coba waktu itu berdua saja sama pacar, mungkin lebih syahdu lagi. Tak lama kami di sini, hanya sekedar berswafoto lalu kembali. Waktu yang terlalu mepet dan langit semakin gelap, mengharuskan kami berlima kembali pulang. Ah, rasanya masih ada yang kurang karena belum bisa menikmati derasnya Air Terjun Kedung Gerimis. Suatu saat nanti, saya akan kembali untuk menikmati derasnya Air Terjun Kedung Gerimis ini. Dan Kedung Gerimis ini merupakan akhir dari perjalanan kami Jelajah Muria. Kedung Gerimis, aku pasti kembali. Ada yang mau ikut? Hayuk bareng-bareng ke sana.

Air terjun, Wisata Alam

28 thoughts on “Jelajah Muria #3. Air Terjun Kedung Gerimis

    1. Ayoh Mas ke Kudus. Selain ada banyak air terjun, kudus juga punya dua puncak yang bisa dicapai. Puncak songolikur (29) dan puncak Atas Angin. Banyak pemandian alam juga. Wes pokok e iso gawe segerlah…

      1. Kalau b29 sudah mas,
        Puncak Atas Angin itu lewatnya Air Tiga Rasa ya mas?
        Lha itu mas, saya pingin mandi-mandi di Rahtawu, tapi kok selalu kesempatannya gak pas, ahaha

        1. Mas Ghozali ke sananya pas sekalian muncak dan waktunya pas musim kemarau ya. Jadi, debit airnya sedikit. Coba kalau musim hujan begini, seru mas di sana.
          Kalau puncak yang melewati air tiga rasa itu namanya Puncak Argo Wiloso. Oh ya, tak ralat. Kudus punya 3 puncak hehehe.

          1. Dua kali saya ke Rahtawu mas, yang pertama pas muncak, airnya ada sih, cuman badan sudah capek..pinginnya segera mandi dan bobo..ahh
            Yang kedua itu saat musim hujan, saat itu motret prewedding di sana..
            Nha… B29 itu masuknya Kudus apa Jepara? Karena di sana ada patok batas kabupaten..

        1. Bisa jadi seperti itu. Tapi sebenarnya air terjun di kawasan Muria sudah ada sejak dahulu, namun kurangnya penyebaran informasi tentang keberadaan tempat tersebut sehingga jarang diketahui banyak orang.
          Alasan lainnya, karena sosmed yang semakin dimanfaatkan pemuda di kawasan tersebut untuk mempromosikan bahwa di sana ada air terjun yang bisa di explore.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *